Menkomdigi Tegaskan Keterbukaan Pemerintah untuk Dialog dengan Pers

Laporan: Sigit Nuryadin
Minggu, 08 Februari 2026 | 22:59 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid (SinPo.id/ Tangkapan layar)
Menkomdigi Meutya Hafid (SinPo.id/ Tangkapan layar)

SinPo.id - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pemerintah membuka ruang dialog dengan insan pers untuk menjaga kesehatan dan keberlanjutan industri media di Indonesia. Menurut dia, hubungan pemerintah dan pers perlu dibangun di atas kepercayaan publik, konsistensi etika, dan keberlanjutan ekonomi.

“Komdigi sangat terbuka dan siap berdiskusi terkait berkelanjutan kehidupan pers di tanah air yang sehat dan juga secara ekonomi lebih baik,” kata Meutya dalam Konvensi Media Massa Hari Pers Nasional 2026 di Aston Serang Hotel, Banten, Minggu, 8 Februari 2026.

Meutya mengatakan pers yang sehat tidak cukup hanya mengandalkan kebebasan dan profesionalisme. Dia menilai keberlanjutan menjadi isu krusial yang perlu dibicarakan bersama antara pemerintah dan media.

“Pers yang sehat bukan hanya soal kebebasan dan profesionalisme tetapi keberlanjutan,” ungkapnya. 

Menurut Meutya, hubungan pemerintah dan pers juga diuji oleh derasnya arus informasi dan maraknya disinformasi. Dia mengingatkan disinformasi dapat menggerus kepercayaan publik terhadap produk jurnalistik.

“Disinformasi itu mengikis kepercayaan terhadap produk-produk yang kita buat dalam kerangka pers,” ujar Meutya. 

Meutya menilai menjaga kepercayaan publik merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, ia mendorong komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan pers agar ekosistem media tetap sehat dan kredibel.

“Kepercayaan publik yang terus dijaga di tengah banjir informasi," imbuh dia. 

Dia menambahkan, Kementerian Komunikasi dan Digital siap menjadi mitra dialog bagi insan pers dalam menghadapi tantangan industri media di era digital. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI