KPK Usut Aktivitas Ridwan Kamil di Luar Negeri Saat Menjabat Gubernur Jabar
SinPo.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap tengah mendalami aktivitas mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK), khususnya perjalanan luar negeri yang dilakukan selama masa jabatannya.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa pendalaman ini berawal dari hasil penyidikan terkait komunikasi RK dengan pihak Bank BJB. Dari temuan tersebut, penyidik kemudian menelusuri aktivitas RK baik di dalam maupun luar negeri.
“Pendalaman lebih spesifik dilakukan terhadap pembiayaan perjalanan luar negeri. Apakah bersumber dari APBN, APBD, atau sumber lain. Termasuk penghasilan RK di luar kapasitasnya sebagai gubernur, yang kemudian dicocokkan dengan aset yang dimiliki,” ujar Budi di Gedung KPK, Jakarta Selatan.
Selain itu, KPK juga menelusuri pihak-pihak yang turut serta mendampingi RK dalam perjalanan luar negeri, termasuk sumber pembiayaan mereka. Penyidik ingin memastikan apakah keberangkatan pihak-pihak tersebut memang terkait dengan tugas kedinasan atau tidak.
Budi menambahkan, penyidik menemukan adanya aktivitas penukaran valuta asing (valas) oleh RK, baik di luar negeri maupun di dalam negeri, pada periode 2021–2024.
Dugaan Penukaran Uang Miliaran Rupiah
Sebelumnya, KPK menduga RK melakukan penukaran uang bernilai miliaran rupiah di luar negeri saat menjabat Gubernur Jabar. Dugaan ini muncul dalam pengembangan kasus korupsi pengadaan iklan di Bank BJB, di mana KPK telah menahan lima tersangka.
Kelima tersangka tersebut adalah mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi, Pimpinan Divisi Corporate Secretary Bank BJB Widi Hartono, serta tiga pihak swasta: Ikin Asikin Dulmanan, Suhendrik, dan Sophan Jaya Kusuma. Perbuatan mereka diduga menimbulkan kerugian negara hingga Rp 222 miliar, yang disebut masuk sebagai dana pemenuhan kebutuhan nonbujeter.
KPK juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk asisten pribadi RK dan perusahaan penukaran uang. “Sejauh ini kami meng-capture adanya dugaan penukaran mata uang asing-rupiah dengan nilai miliaran rupiah,” jelas Budi.
Fokus Pemeriksaan Bergeser
Dengan temuan tersebut, KPK kini memperluas fokus pemeriksaan, tidak hanya pada dugaan korupsi iklan di BJB, tetapi juga pada aktivitas luar negeri RK selama menjabat gubernur. “Aktivitas-aktivitas Pak RK di luar negeri sedang kami lacak, nanti akan kami sampaikan lengkapnya,” pungkas Budi.
