DPR Minta OJK Perkuat Tata Kelola Imbas Anjloknya IHSG
SinPo.id - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, M. Hanif Dhakiri, meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat tata kelola, guna meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia ke depan. Salah satunya memperbaiki fungsi pengawasan dan pengaturan pasar modal.
Hal itu ia sampaikan merespons anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 28–29 Januari lalu, yang menjadi alarm keras bagi sektor keuangan. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan adanya persoalan struktural pada pasar modal Indonesia.
“Karenanya, kita minta kepada OJK untuk betul-betul melakukan pengawasan dan pengaturan yang baik, guna memastikan kualitas pasar modal Indonesia menjadi lebih baik,” kata Hanif, dalam keterangan persnya, dikutip Minggu, 1 Februari 2026.
Menurutnya, pembenahan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh seluruh aspek tata kelola pasar modal. Terlebih, tantangan yang dihadapi otoritas keuangan dinilai semakin kompleks, sehingga butuh langkah-langkah kebijakan yang tegas dan kredibel.
“Oleh karenanya, pekerjaan dan tantangan yang dihadapi OJK untuk benar-benar bisa meregulasi dan menguasai pasar modal kita harus kita dorong agar lebih baik,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya masih memantau proses transisi di tubuh OJK dan BEI agar tidak terjadi kekosongan kebijakan yang berpotensi memperburuk sentimen pasar. Komisi XI pun berencana segera memanggil OJK untuk membahas persoalan tersebut secara khusus.
