Komisi VII DPR Tegaskan Pentingnya Langkah Cepat Pulihkan Industri Karet Nasional

Laporan: Galuh Ratnatika
Senin, 26 Januari 2026 | 06:05 WIB
Karet
Karet

SinPo.id -  Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menegaskan pentingnya langkah cepat dan terukur untuk memulihkan industri karet nasional, mengingat adanya penurunan tajam produktivitas.

Pasalnya, karet yang dulu menjadi penyumbang devisa negara telah mulai ditinggalkan petani rakyat karena harga yang jatuh. Bahkan banyak pertani beralih ke kelapa sawit karena dianggap lebih menguntungkan.

“Petani tidak boleh dirugikan. Karena itu kami mendorong adanya Domestic Price Obligation (DPO) untuk karet, sehingga ada harga dasar yang melindungi petani," kata Lamhot, dalam keterangan persnya, Minggu, 25 Januari 2026.

"Harga dasar itu nantinya menjadi acuan bagi industri, seperti PT Bridgestone, agar petani diuntungkan, industri sehat, dan negara tetap memperoleh devisa,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong transformasi industri karet menuju Green Industry sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement, salah satunya dengan beralih ke energi bersih untuk menekan emisi karbon.

Oleh sebab itu, kata Lamhot, dibutuhkan insentif dan regulasi yang mendukung transisi tersebut. Ia menilai, pemulihan industri karet harus dilakukan dari hulu hingga hilir melalui program replanting, penyediaan bibit unggul serta, pengendalian hama.

“Negara harus hadir. Harapannya harga karet membaik, petani sejahtera, industri kuat, dan kontribusi terhadap perekonomian nasional terus meningkat,” tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI