Komisi V DPR Minta Kemenhub Lakukan Investigasi Awal Insiden Pesawat ATR 42-500

Laporan: Galuh Ratnatika
Minggu, 18 Januari 2026 | 20:58 WIB
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda (SinPo.id)
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda (SinPo.id)

SinPo.id - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, meminta Kementerian Perhubungan segera melakukan investigasi awal terkait dengan hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT di wilayah Maros, Sulawesi Selatan.

Hal itu bertujuan untuk memastikan kondisi pemeliharaan pesawat sebelum insiden terjadi. Karena menurutnya, pesawat buatan tahun 2000 tersebut perlu diperiksa secara menyeluruh sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan penerbangan nasional.

“Kami meminta Kemenhub mendampingi KNKT melakukan pengecekan terhadap aspek maintenance dan kelaikudaraan pesawat. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Huda, dalam keterangan persnya, Minggu, 18 Januari 2026.

Di samping itu, pihaknya menekankan pentingnya koordinasi antar lembaga dalam insiden penerbangan. Namun, ia juga mengapresiasi langkah cepat Basarnas, TNI AU, dan otoritas Bandara Sultan Hasanuddin yang langsung melakukan operasi pencarian di wilayah pegunungan Bantimurung dan Desa Leang-leang, Maros.

Lebih lanjut, Huda meminta Basarnas untuk segera mengoptimalkan penggunaan teknologi penginderaan jauh dan koordinasi operasional helikopter TNI AU untuk menyisir area sulit di Desa Leang-leang, Maros. 

“Kami juga meminta agar Kemenhub segera menerjunkan tim investigasi awal untuk mendampingi KNKT dalam memeriksa pemeliharaan pesawat dan kelaikudaraan PK-THT, mengingat pesawat tersebut merupakan buatan tahun 2000 atau sudah berusia 26 tahun,” ungkapnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI