Yon Parako Korpasgat Diterjunkan Cari Pesawat ATR IAT yang Hilang Kontak di Maros

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 18 Januari 2026 | 09:21 WIB
Yon Parako Korpasgat Diterjunkan Cari Pesawat ATR IAT yang Hilang Kontak di Pegunungan Maros (SinPo.id/TNI AU)
Yon Parako Korpasgat Diterjunkan Cari Pesawat ATR IAT yang Hilang Kontak di Pegunungan Maros (SinPo.id/TNI AU)

SinPo.id - TNI Angkatan Udara (AU) mengerahkan puluhan personel dari Yon Parako 473 Korpasgat, Divisi Arhanud Korpasgat, Lanud Sultan Hasanuddin untuk membantu pencarian pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Pengerahan personil tersebut untuk memperkuat tim gabungan yang terdiri atas Polres Maros, Kodim 1422/Maros, serta Basarnas. 

"Seluruh unsur saat ini telah merapat ke Posko Lapangan di daerah Bantimurung untuk melakukan koordinasi intensif dan mempercepat proses pencarian," ujar Kadispenal Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana dalam keteranganya, dikutip pada Minggu, 18 Januari 2026.

Bersamaan dengan itu, TNI AU juga mengerahkan helikopter H225M Caracal

dengan Pilot in Command (PIC) Kapten Pnb Rahman lepas landas dari Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, menuju sektor pencarian di wilayah Kabupaten Maros.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan seluruh langkah penanganan darurat segera diterapkan setelah pesawat ATR 42-500 PK-THT dilaporkan kehilangan kontak saat melakukan pendekatan ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2016.

Begitu komunikasi terputus, Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center langsung menetapkan status darurat Detresfa yang merupakan fase tertinggi dalam prosedur keselamatan penerbangan. 

Penetapan status ini menjadi sinyal dimulainya operasi pencarian dan pertolongan secara penuh.

“Kami langsung mengaktifkan mekanisme darurat begitu loss contact terjadi. AirNav, Basarnas, TNI Angkatan Udara, operator penerbangan, dan otoritas bandara melakukan koordinasi intensif untuk memastikan pencarian dan pertolongan berjalan optimal,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Endah Purnama Sari dalam keterangan resminya pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Berdasarkan informasi awal, pesawat ATR-42-500 hilang komunikasi di kawasan pegunungan Leang-Leang Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Titik koordinat terakhir yang diterima berada pada posisi 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI