Evaluasi Nataru 2025/2026, Kemenhub: Kecelakaan Turun, Kuota Mudik Gratis Perlu Ditambah

Laporan: Tio Pirnando
Jumat, 16 Januari 2026 | 13:49 WIB
Ilustrasi penerapan One Way. (SinPo.id/Ashar)
Ilustrasi penerapan One Way. (SinPo.id/Ashar)

SinPo.id - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Aan Suhanan mengatakan, masih terdapat beberapa aspek yang menjadi perhatian penyelenggaraan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Sejumlah hal yang menjadi  bahan evaluasi, yaitu aspek keselamatan, kelancaran arus lalu lintas, dan kesiapan sarana dan prasarana,  untuk mengantisipasi potensi lonjakan mobilitas masyarakat pada periode berikutnya. 

"Salah satu yang menjadi perhatian yakni pentingnya penambahan personil di titik-titik penyekatan, agar tidak terjadi penumpukan kendaraan saat puncak mobilitas masyarakat," kata Aan dalam keterangannya, Jumat, 16 Januari 2026. 

Aan melanjutkan, untuk pembagian pelabuhan terutama jalur Merak-Bakauheni, perlu ada penambahan ketersediaan kapal di pelabuhan alternatifnya, seperti Ciwandan dan BBJ. 

"Kemudian Mudik Gratis arahan Menhub, untuk ditambah kuota dan kota tujuan, ini penting untuk mengalihkan dari penggunaan sepeda motor atau mobil pribadi sehingga dapat meningkatkan kelancaran dan keselamatan," jelasnya.

Kendati demikian, menurut Aan, secara umum pelaksanaan angkutan Nataru  berjalan dengan baik, lancar, dan terkendali sesuai kebijakan serta rencana operasi yang disusun. 

Ia berharap pelaksanaan Nataru tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi untuk penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini.

"Kami berharap hasil evaluasi penyelenggaraan angkutan Nataru dari tiap-tiap stakeholders dapat menjadi saran atau rekomendasi dasar dalam penyusunan strategi rencana operasi angkutan lebaran tahun ini. Sehingga nantinya pelaksanaannya bisa berjalan lebih baik lagi," kata Aan.

Berdasarkan laporan hasil evaluasi Badan Kebijakan Transportasi (BKT),  pergerakan angkutan penyeberangan Nataru 2025/2026, mengalami peningkatan sebesar 35,05 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara, pada angkutan jalan mengalami penurunan sebesar 5,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dalam hal kecepatan dan waktu tempuh rata - rata kumulatif kendaraan di ruas jalan tol Jakarta - Semarang terdapat peningkatan dari periode yang sama tahun lalu dari 81,54 km/jam waktu tempuh 5 jam 21 menit menjadi 85,69 km/jam, dengan waktu tempuh 5 jam 4 menit.

Untuk ruas tol Semarang - Jakarta juga mengalami peningkatan dibandingkan angkutan Nataru tahun sebelumnya, dari kecepatan 77,73 km/jam dengan waktu tempuh 5 jam 38 menit menjadi 85,73 km/jam dengan waktu tempuh 5 jam 4 menit.

Terkait indeks kepuasan masyarakat pengguna angkutan jalan untuk penyelenggaraan Nataru 2025/2026 yaitu sebesar 85,32 persen dari sebelumnya 83,98 persen. 

Sedangkan pada angkutan penyeberangan tahun ini, sebanyak 93,31 persen masyarakat merasa puas, terdapat peningkatan dari tahun sebelumnya yakni 89,59 persen.

Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Pol. Aries Syahbudin menambahkan, pada penyelenggaraan angkutan Nataru tahun ini, terdapat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebanyak 247 kejadian atau 7,20 persen dibandingkan  tahun sebelumnya.

"Korban meninggal dunia menurun sebanyak 150 orang atau 27,12 persen dan kerugian materil mengalami penurunan sebesar 3,13 persen," kata Aries. 

Adapun jumlah penindakan pelanggaran lalu lintas pada angkutan Nataru tahun ini mengalami kenaikan sebanyak 1.264 perkara atau 3 persen dengan rincian penindakan melalui ETLE sebanyak 25.891 atau 57,6 persen, penindakan melalui Non ETLE sebanyak 3.532 atau 7,5 persen , dan teguran sebanyak 15.535 perkara atau 34,6 persen.

Namun, meski sudah ada kebijakan pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas saat periode Nataru 2025/2026, berdasarkan data yang dihimpun Jasa Marga, memperlihatkan ada 63 persen kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas yang melakukan pelanggaran pembatasan di jalan tol.

"Selain itu, ada 36 persen kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas yang melanggar di jalur arteri," ujar Aries. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI