Dinkes DKI Minta Warga Jakarta Tak Panik soal Super Flu

Laporan: Sigit Nuryadin
Kamis, 08 Januari 2026 | 16:57 WIB
Kadinkes DKI Ani Ruspitawati (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)
Kadinkes DKI Ani Ruspitawati (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)

SinPo.id - Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada menyikapi isu super flu yang belakangan ramai diperbincangkan. Super flu merujuk pada peningkatan aktivitas influenza musiman, khususnya yang disebabkan oleh virus Influenza A (H3N2) subclade K.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, subclade K bukan merupakan virus baru. Menurut dia, subclade merupakan bagian dari mutasi alami virus influenza yang terjadi secara berkala.

“Subclade K bukan virus baru dan hingga saat ini tidak terbukti menyebabkan tingkat keparahan atau kematian yang lebih tinggi dibandingkan influenza musiman lainnya,” kata Ani di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.

Adapun berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Influenza A (H3N2) subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025. Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi. Namun, Ani memastikan belum ditemukan kasus subclade K di wilayah DKI Jakarta.

“Kami memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Influenza A subclade K di DKI Jakarta. Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus waspada,” ungkap dia. 

Dia mengatakan, kewaspadaan perlu ditingkatkan seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat pascalibur Natal dan Tahun Baru. Dinas Kesehatan, kata dia, terus memperkuat surveilans, pelayanan kesehatan, serta upaya promotif dan preventif untuk melindungi masyarakat.

Menurut Ani, pola kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia di Jakarta masih mengikuti tren musiman yang dapat diprediksi. Sepanjang 2025, lanjutnya, kasus ISPA cenderung meningkat pada awal dan akhir tahun seiring perubahan cuaca dan aktivitas masyarakat. Sementara itu, kasus pneumonia dinilai tetap terkendali.

“Kasus pneumonia berada pada proporsi yang lebih rendah dan masih dalam kendali sistem kesehatan,” ujar Ani. 

Sebagai langkah antisipasi, Ani menyebut Dinkes DKI menjalankan surveilans penyakit pernapasan melalui fasilitas sentinel Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di puskesmas dan rumah sakit rujukan. 

Menurutnya, sistem ini terhubung dengan surveilans nasional dan global yang dikoordinasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Melalui fasilitas kesehatan sentinel, aktivitas penyakit pernapasan dapat dipantau sepanjang tahun dan menjadi bagian dari surveilans influenza dunia,” tutur dia. 

Selain surveilans, kata dia, Dinkes DKI juga menggencarkan promosi kesehatan melalui edukasi di fasilitas kesehatan, sekolah, perkantoran, tempat ibadah, dan komunitas masyarakat. 

"Warga diimbau menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, seperti mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit atau berada di kerumunan, serta segera mengakses layanan kesehatan bila mengalami gejala berat," ucap Ani. 

Ani pun menegaskan, influenza musiman dapat dicegah dan dikendalikan melalui kewaspadaan bersama, deteksi dini, serta akses layanan kesehatan yang tepat. 

"Pemerintah juga meminta masyarakat mengacu pada informasi resmi dari otoritas kesehatan," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI