Legislator PKB Nilai Alutsista Buatan Dalam Negeri Berkualitas Tinggi

Laporan: Juven Martua Sitompul
Rabu, 07 Januari 2026 | 17:56 WIB
Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh (SinPo.id/EMediaDPR)
Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh (SinPo.id/EMediaDPR)

SinPo.id - Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh menyebut alat utama sistem senjata (alutsista) buatan dalam negeri terbukti mempunyai kualitas bertaraf internasional.

Ini disampaikan Soleh merespons mencuatnya laporan media internasional yang menyebut pesawat CN-235 buatan Indonesia digunakan oleh Amerika Serikat dalam operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Pesawat CN-235 merupakan pesawat angkut taktis hasil kerja sama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dengan perusahaan asal Spanyol, CASA, yang telah digunakan oleh berbagai negara untuk kepentingan militer maupun sipil.

"Terlepas dari dinamika geopolitik yang melatarbelakangi penggunaan pesawat tersebut oleh negara lain, hal ini menunjukkan bahwa produk alutsista buatan anak bangsa memiliki kualitas dan daya saing global. Sayangnya, pemanfaatannya di dalam negeri sendiri belum maksimal," kata Soleh dalam siaran pers yang diterima wartawan di Jakarta, Rabu, 7 Januari 2025.

Menurut Soleh, peristiwa ini harus menjadi momentum refleksi strategis bagi Pemerintah Indonesia untuk mengubah haluan kebijakan pertahanan, khususnya dalam peningkatan produksi dan pemanfaatan alutsista dalam negeri.

Dia menilai peningkatan produksi alutsista dalam negeri ini dapat membuat Indonesia menjadi negara yang mandiri dalam upaya memperkuat pertahanan negara.

Dengan demikian, kata dia, negara tidak perlu lagi bergantung kepada alutsista buatan asing karena produk dalam negeri sudah terbukti berkualitas di panggung dunia.

"Kedaulatan negara tidak hanya ditentukan oleh kekuatan diplomasi, tetapi juga oleh kemampuan kita memproduksi dan menguasai alutsista sendiri. Ini sudah menjadi kebutuhan strategis, bukan sekadar pilihan," tegasnya.

Dia menyatakan penguatan industri pertahanan nasional sejalan dengan Astacita di bidang pertahanan, yang menempatkan kemandirian dan kedaulatan nasional sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

Oleh karena itu, Legislator dari Fraksi PKB ini mendorong pemerintah agar memberi prioritas anggaran, keberpihakan kebijakan, serta konsistensi pemesanan alutsista kepada industri pertahanan nasional seperti PT Dirgantara Indonesia, sehingga ekosistem pertahanan berbasis produksi dalam negeri benar-benar terwujud.

"Jika produk kita dipercaya dan digunakan negara besar dalam operasi strategis, maka tidak ada alasan bagi kita sendiri untuk ragu. Sudah saatnya alutsista berbasis produksi anak bangsa menjadi tulang punggung pertahanan nasional," katanya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI