Eskalasi Konflik AS–Venezuela, Anggota DPR Minta Pemerintah Prioritaskan Keselamatan WNI
SinPo.id - Anggota Komisi I DPR RI Yudha Novanza Utama meminta pemerintah Indonesia memprioritaskan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) di tengah eskalasi konflik geopolitik imbas serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela.
Yudha mengapresiasi langkah cepat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui KBRI Caracas yang secara aktif memantau kondisi keamanan. Khususnya, memastikan komunikasi dengan seluruh WNI serta menyatakan bahwa hingga saat ini WNI di Venezuela dalam kondisi aman.
"Langkah proaktif pemerintah melalui pemantauan intensif dan komunikasi berkelanjutan dengan WNI merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya di luar negeri," kata Yudha dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 6 Januari 2026.
Dia menilai pemerintah perlu terus memperkuat pendataan WNI secara real-time, meningkatkan kewaspadaan, serta menyiapkan skenario kontingensi termasuk evakuasi apabila situasi keamanan memburuk.
Menurutnya, pengalaman krisis di berbagai kawasan dunia menunjukkan bahwa kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci utama dalam mitigasi risiko keselamatan WNI.
"Perlindungan WNI tidak boleh bersifat reaktif. Negara harus selalu satu langkah lebih siap," ucapnya.
Yudha juga menekankan bahwa krisis Venezuela menjadi pengingat bagi Indonesia akan arti strategis stabilitas politik, ketahanan nasional, dan diplomasi yang bermartabat.
Dia menilai penyelesaian konflik internasional harus ditempuh melalui dialog dan mekanisme multilateral, bukan intervensi sepihak yang berpotensi menciptakan preseden berbahaya bagi negara berkembang.
Dalam konteks tersebut, Indonesia didorong mengambil peran aktif di forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Gerakan Non-Blok guna mendorong de-eskalasi konflik dan perlindungan warga sipil.
Yudha menegaskan bahwa Indonesia harus tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif, menjunjung tinggi kedaulatan negara serta memastikan negara hadir penuh dalam melindungi setiap WNI di mana pun berada.
"Di tengah dunia yang semakin tidak pasti, keselamatan WNI, ketahanan nasional, dan diplomasi damai harus menjadi fondasi utama kebijakan luar negeri Indonesia," kata dia.
