Potensi Cuaca Ekstrem Akhir Tahun, Chusnunia Minta Tingkatkan Kewaspadaan
SinPo.id - Wakil Ketua Komisi VII DPR Chusnunia Chalim (Nunik) meminta pemerintah dan para wisatawan mewaspadai prediksi cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi empat fenomena atmosfer yang berkonvergensi secara simultan pada akhir 2025.
Peringatan yang sama juga telah dikeluarkan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah Bali pada penghujung 2025.
Nunik menilai cuaca ekstrem berpotensi mengubah landskap industri ini secara dramatis. Bukan hanya tentang destinasi wisata yang ditutup atau pembatalan reservasi tapi juga berdampak kepada sektor ekonomi lainnya
"Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru biasanya menjadi momentum libur akhir tahun yang seharusnya membawa berkah ekonomi bagi jutaan pengusaha pariwisata meski demikian tahun ini arus kita hadapi dengan kewaspadaan," kata Nunik dalam keterangannya, Jakarta, Senin, 29 Desember 2025.
Legislator dari Fraksi PKB ini juga meminta pemerintah dan pengelola wisata untuk mengantisipasi kondisi ini dengan memastikan kesediaan penunjuk jalur evakuasi di lokasi-lokasi strategis yang akan memudahkan wisatawan mengidentifikasi rute evakuasi serta titik kumpul dalam situasi darurat.
"Kita harus memastikan di tengah cuaca yang seperti ini tempat-tempat wisata maupun taman rekreasi ini benar-benar siap tidak hanya menyambut wisatawan tapi juga menyiapkan keamanan," kata dia.
Dengan demikian, para pengunjung dapat memahami titik evakuasi dan menghentikan aktivitas jika memang tidak memungkinkan. Nunik juga mengimbau masyarakat maupun wisatawan yang berencana menghabiskan malam pergantian tahun baik di Bali maupun daerah lainnya untuk mulai mempersiapkan antisipasi cuaca.
"Bagi masyarakat maupun wisatawan untuk terus diimbau agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi serta selalu menjaga lingkungan sekitar dan pastikan selalu mengupdate informasi yang dikeluarkan oleh BMKG, prinsip utamanya kita harus mengutamakan keselamatan terlebih dahulu, bukan lagi rencana perjalanan wisatanya. kemungkinan kita masih juga punya waktu untuk mengunjungi di lain waktu atau lain bulan," tegasnya.

