Kemnaker Catat Empat Ribu Perusahaan Terdaftar dalam Program Magang Nasional
SinPo.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat bahwa terdapat empat ribuan lebih perusahaan yang terlibat dalam program Pemagangan Nasional Batch I dan II. Hal ini menandakan bahwa program ini sangat bermanfaat tak hanya bagi peserta tapi juga perusahaan.
"Bagi perusahaan kami melihat harusnya magang ini menjadi sesuatu yang menarik. Tadi di sampaikan lebih dari 4 ribu perusahaan sudah terdaftar, sudah kemudian menjadi mitra kami dalam pelaksanaan magang Batch I dan Batch II," kata Menaker Yassierli dalam Kick Off Pemagangan Nasional Batch II, di Kantor Kemenaker, Rabu (26/11/2025).
Yassierli berharap, para peserta magang ini nantinya dapat dilirik oleh perusahaan sebagai kandidat untuk direkrut menjadi karyawan. Kendati, dalam program ini perusahaan tidak diwajibkan untuk merekrut.
"Walaupun tidak ada keharusan untuk merekrut tapi kami melihat mulai dari proses seleksi, wawancara, on job training, itu merupakan sebuah biaya yang tidak sedikit bagi perusahaan," ucapnya.
Yassierli menganggap, keberadaan program magang ini justru sangat membantu perusahaan. Di mana, para peserta hadir untuk menunjukkan kinerjanya, yang langsung dilihat oleh perusahaan.
"Sebenarnya perusahaan tinggal memetik. Kalau memang adik-adik peserta magangnya tekun dedikasi tinggi bisa berkembang, saya yakin perusahaan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu untuk merekrut mereka, sesudah enam bulan mereka magang dengan uang sagu yang dibayar pemerintah," ucapnya.
Lebih lanjut, Yassierli menerangkan untuk batch II ini, sebanyak 62 ribu peserta dinyatakan lolos mengikuti magang berbayar upah minimum provinsi atau kabupaten/kota (UMP/UMK). Angka ini lebih banyak dibanding batch I sebanyak 15 ribu peserta.
Tahun ini, magang nasional ditargetkan menyentuh 100 ribuan fresh graduate.
"Alhamdulillah sudah menetapkan lebih kurang 62 ribu peserta magang batch kedua dan ditambah dengan batch pertama kemarin sekitar hampir 15 ribu. Artinya untuk target 100 ribu kita masih ada kuota," ujarnya.

