Launching Lembaga Literasi Politik Indonesia, Tegaskan Peran Generasi Muda dalam Demokrasi

Laporan: Tim Redaksi
Jumat, 21 November 2025 | 08:55 WIB
Direktur Eksekutif LPI, Ujang Komarudin. (SinPo.id/istimewa)
Direktur Eksekutif LPI, Ujang Komarudin. (SinPo.id/istimewa)

SinPo.id - Indonesia tengah memasuki fase penting dalam perjalanan demokrasi kontemporer. Berbagai studi menunjukkan bahwa kualitas demokrasi nasional menghadapi tantangan serius, dimana persoalan struktural seperti korupsi politik, dominasi oligarki, lemahnya representasi, dan krisis nalar publik menjadi persoalan yang perlu dibenahi.

Menjawab tantangan tersebut, Lembaga Literasi Politik Indonesia (LPI) resmi didirikian sebagai lembaga baru dengan mengusung tema  “Membangun Nalar Politik Bangsa: Peran Strategis Generasi Muda dalam Penguatan Demokrasi Indonesia.” 

Direktur Eksekutif LPI, Ujang Komarudin, dalam sambutannya menegaskan bahwa misi lembaga ini untuk menjaga demokrasi Indonesia agar tetap sehat, kuat, bermartabat dan berkeadilan.

“Demokrasi tidak dapat bertahan tanpa nalar publik yang kuat. Oleh karena itu, penguatan literasi politik merupakan langkah penting untuk menciptakan masyarakat yang kritis, rasional, dan siap menjaga demokrasi Indonesia yang subtantif,” ujar Ujang Komarudin dalam acara Launching Lembaga Literasi Politik Indonesia (LPI) pada Kamis, 20 November 2025, di Jakarta.

Lebih lanjut, Ujang Komarudin juga menegaskan launching ini sebagai penanda bahwa dirinya akan kembali menjalani peran sebagai akademisi dan pengamat politik dengan mengawal demokrasi Indonesia dari luar pemerintahan.

“Dengan adanya launching LPI ini, hal tersebut menjadi penanda bahwa saya saat ini sudah memutuskan untuk kembali ke kampus, kembali menjadi akademisi, kembali mengawal demokrasi dari luar pemerintah dengan mewarnai ruang publik melalui narasi yang subtantif, objektif, dan konstruktif,” jelasnya.

Ujang juga menjelaskan bahwa LPI ini dirancang sebagai platform strategis untuk memperkuat kapasitas politik generasi muda, yang menurutnya merupakan aktor kunci dalam mengarahkan perkembangan demokrasi Indonesia.

“Lembaga ini sengaja saya bentuk untuk mewadahi generasi muda. Saya memandang generasi muda memiliki peran sangat strategis sebagai penentu arah masa depan demokrasi Indonesia,“ pungkasnya.

Di akhir, ia mengajak seluruh komponen anak bangsa untuk bergotong-royong menjaga demokrasi yang berkualitas.

“Untuk itu, saya mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga demokrasi Indonesia ke arah lebih baik,” ujarnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI