Mukhtarudin Ingin Masyarakat Tak Kesulitan Mengakses Informasi terkait Pekerja Migran
SinPo.id - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin berkomitmen akan terus memperkuat keterbukaan informasi publik, terutama bagi pekerja migran Indonesia (PMI). Sebab, Presiden Prabowo Subianto telah menekankan pentingnya keterbukaan informasi di setiap kementerian dan lembaga agar masyarakat mudah memperoleh informasi publik yang relevan.
"Kami ini lembaga pelayanan publik. Penting sekali agar masyarakat tidak kesulitan mengakses peraturan atau informasi terkait pekerja migran. Karena itu, saya dorong agar seluruh layanan informasi di KemenP2MI terbuka dan mudah diakses. Presiden juga menekankan hal yang sama," kata Mukhtarudi saat menerima kunjungan Ketua Komisi Informasi Pusat Donny Yoesgiantoro di kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Senin, 13 Oktober 2025.
Menurut Mukhtarudin, keterbukaan informasi yang diterapkan KP2MI, mencakup data dan regulasi terkait penempatan, pelindungan, serta kebijakan bagi pekerja migran.
"Masyarakat harus mudah mengakses layanan Kementerian P2MI, mulai dari informasi penempatan, pelindungan, hingga regulasi yang berlaku. Semua harus transparan," tegasnya.
Sebagai wujud keterbukaan itu, KP2MI telah menyediakan laman https://siskop2mi.bp2mi.go.id yang dapat diakses oleh CPMI untuk memperoleh informasi mengenai lowongan kerja di luar negeri serta proses penempatan secara resmi.
"Dengan adanya panduan dan petunjuk teknis yang jelas, kami ingin memastikan seluruh informasi kelembagaan semakin transparan dan mudah dijangkau oleh publik," ujarnya.
Bagi Mukhtarudin, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi dan pelayanan publik di KP2MI.
"Melalui transparansi data dan akses informasi yang luas, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia dapat terus meningkat," pungkasnya.

